SELAMAT DATANG DI MTs TAMANSISWA MEDAN

Beranda

Senin, 24 November 2025

PERINGATAN HARI GURU NASIONAL 2025 DI PERGURUAN TAMANSISWA MEDAN

Medan, 25 November 2025 — Perguruan Tamansiswa Medan menyelenggarakan upacara dan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025. Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di halaman Perguruan Tamansiswa Medan, diikuti oleh para pamong, peserta didik dari Taman Indria (TK), Taman Muda (SD), dan MTs Tamansiswa Medan.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pengibaran bendera Merah Putih, dilanjutkan pembacaan doa dan menyanyikan lagu “Hymne Guru” dan “Terima Kasih Guruku”. Dalam amanat upacara, pembina upacara Ki Sutarno, S.Pd menegaskan kembali pentingnya peran guru sebagai pamong yang membimbing peserta didik tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan watak, budi pekerti, dan kepribadian sesuai ajaran Tamansiswa.

Beliau juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru dan pamong yang telah berdedikasi dalam mencerdaskan dan membina generasi muda dengan semangat Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dari siswa, pemberian cenderamata kepada guru, serta sesi ucapan terima kasih dari perwakilan peserta didik. Suasana haru terasa ketika siswa menyerahkan bunga dan kartu ucapan kepada guru sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka.

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Perguruan Tamansiswa Medan ditutup dengan doa bersama dan foto seluruh guru serta siswa sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pengabdian guru semakin kuat dan hubungan antara pamong dan peserta didik semakin erat.

Salam dan Bahagia!

Perguruan Tamansiswa Medan terus berkomitmen mencetak generasi bangsa yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia. (SYT) 

Jumat, 21 November 2025

Workshop Media Pembelajaran Literasi Digital

Ketua Perguruan Tamansiswa Medan
Ki Sutarno, S.Pd
Medan, 22 November 2025 — Perguruan Tamansiswa Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi pendidik melalui penyelenggaraan Workshop Media Pembelajaran Literasi Digital yang berlangsung di Gedung Taman Dewasa (SMP) Tamansiswa Medan, Sabtu (22/11). Kegiatan ini diikuti oleh para pamong, guru, dan tenaga pendidik dari seluruh unit di lingkungan Perguruan Tamansiswa Medan.

Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para pendidik dalam memanfaatkan berbagai media digital untuk proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era teknologi. Dengan tema “Inovasi Media Digital untuk Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter”, para peserta mendapatkan sejumlah materi mulai dari penggunaan aplikasi pembelajaran, pembuatan konten edukatif, hingga strategi literasi digital yang aman dan efektif.

Dalam sambutannya, Ketua Perguruan Tamansiswa Medan Ki Sutarno, S.Pd menyampaikan bahwa kemampuan literasi digital merupakan tuntutan zaman yang harus dipenuhi oleh setiap tenaga pendidik. “Para guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu mengemas pembelajaran secara kreatif dengan memanfaatkan teknologi. Melalui workshop ini, kita berharap para pamong dan guru mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi para siswa,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan antusias. Para peserta diberi kesempatan melakukan praktik langsung, seperti membuat media pembelajaran berbasis video, infografis digital, hingga simulasi penggunaan aplikasi interaktif di kelas. Narasumber juga menekankan pentingnya etika digital, keamanan data, serta penanaman karakter dalam setiap penggunaan teknologi.

Workshop ditutup dengan sesi refleksi dan tanya jawab, di mana para peserta berbagi pengalaman serta rencana penerapan media digital dalam pembelajaran masing-masing. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Perguruan Tamansiswa Medan berharap kualitas pembelajaran semakin meningkat dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad 21.

Salam dan Bahagia!

 

Senin, 27 Oktober 2025

Semangat Sumpah Pemuda Berkobar di Perguruan Tamansiswa Medan

Ki Sutarno, S.Pd
Ketua Perguruan
Tamansiswa Medan
Medan, 28 Oktober 2025. Perguruan Tamansiswa Medan menggelar Upacara Bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada Senin, 28 Oktober 2025. Upacara berlangsung khidmat di halaman Perguruan Tamansiswa Medan dengan diikuti oleh seluruh pamong, dan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan — mulai dari Taman Indria, Taman Muda, MTs, Taman Dewasa, Taman Madya dan Taman Karya. 

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ketua Perguruan Tamansiswa Medan, yang dalam amanatnya mengajak seluruh peserta upacara untuk meneladani semangat para pemuda tahun 1928.  

Sumpah Pemuda adalah momentum untuk memperkuat tekad bersatu dan berjuang membangun bangsa. Pemuda Tamansiswa harus berjiwa mandiri, berkarakter, dan mencintai tanah air,” ujarnya dalam amanat.

Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat dengan diiringi pembacaan teks Sumpah Pemuda, pembacaan UUD 1945, serta penampilan paduan suara siswa yang menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni pamong-pamong di Aula Taman Dewasa Tamansiswa Medan. Berbagai penampilan menarik disajikan, mulai dari Menyanyi, Senam, hingga pembacaan puisi bertema kebangsaan. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan terasa di seluruh ruangan.

Acara pentas seni ini menjadi wadah bagi para pamong untuk mengekspresikan jiwa seni dan menumbuhkan rasa persaudaraan antarpendidik.

Melalui seni, kita menanamkan nilai-nilai budaya dan memperkuat rasa cinta tanah air,” ujar salah satu pamong peserta pentas.

Kegiatan Sumpah Pemuda tahun 2025 di Perguruan Tamansiswa Medan ini ditutup dengan semangat - "Salam dan Bahagia, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa - Indonesia!”. (SYT)

Selasa, 30 September 2025

VISI MISI MTs TAMANSISWA MEDAN

 VISI MISI MTs TAMANSISWA MEDAN


VISI

Terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, berkarakter islami dan berwawasan lingkungan dan menjadikan Azas kekeluargaan sebagai pedoman terhadap tumbuh kembang siswa

MISI

1.     Melaksanakan pembinaan SDM agar lebih kreatif, inovatif dan berakhlak mulia.

2.     Mengoptimalkan pembinaan peserta didik agar terbentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab dan berakhlak mulia.

3.     Meningkatkan kompetensi peserta didik agar dapat berprestasi dan kompetitif baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

4.     Menerapkan model – model pembelajaran berbasis ICT (Information Communication Technology) dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia.

5.     Mengoptimalkan program kegiatan pembiasaan dan pengembangan diri yang berkarakter islami dan berorientasi prestasi.

6.     Melaksanakan program unggulan dibidang IPTEK untuk mempercepat pengembangan mutu madrasah.

7.     Mengembangkan madrasah berstatus Sekolah Ramah Anak Tingkat Nasional menjadi madrasah rujukan.

8.  Mewujudkan lingkungan madrasah yang hijau, bersih, sehat dan nyaman dalam rangka mendukung madrasah sebagai Wawasan Wiyata mandala.

9. Memberikan pelayanan pendidikan berbasis digital secara bertaham melalui program Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

10.    Mengoptimalkan peran serta orang tua dan masyarakat dalam rangka mendukung program Madrasah Hebat, Bermartabat, dan Berkelas Dunia

 

 

 

 

Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 di Perguruan Tamansiswa Medan: Momentum Meneguhkan Semangat Kebangsaan


Medan, 1 Oktober 2025 – Perguruan Tamansiswa Medan melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2025. Upacara ini berlangsung dengan khidmat di halaman Taman Muda (SD) Tamansiswa Medan, Jalan Perak No. 17 Medan, dan diikuti oleh seluruh civitas akademika mulai dari peserta didik Taman Indria (TK), Taman Muda (SD), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tamansiswa Medan.

Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Perguruan Tamansiswa Medan, Ki Sutarno, S.Pd., yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menegaskan pentingnya meneladani nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

“Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sebuah peringatan sejarah, tetapi juga momentum bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk semakin yakin bahwa Pancasila adalah tiang penyangga bangsa. Dengan Pancasila, kita mampu menghadapi segala bentuk tantangan, ancaman, dan perpecahan,” ujar Ki Sutarno dalam sambutannya.

Rangkaian Upacara

Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan pengibaran bendera merah putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Para siswa dari berbagai tingkatan tampak antusias mengikuti jalannya upacara, meskipun sebagian masih berusia dini, khususnya dari Taman Indria.

Setelah pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila oleh Pembina Upacara yang diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan semangat nasionalisme.

Upacara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk para pahlawan bangsa, khususnya para pahlawan revolusi yang gugur pada peristiwa G30S/PKI, serta untuk keselamatan bangsa Indonesia agar senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Pesan Moral

Dalam kesempatan tersebut, Ki Sutarno juga mengingatkan seluruh warga sekolah untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan. Beliau menekankan bahwa generasi muda Tamansiswa Medan harus tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berilmu, serta berjiwa nasionalis.“Kita berharap siswa-siswi Tamansiswa Medan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kokoh dalam jiwa kebangsaan, berlandaskan Pancasila, serta berakhlak mulia,” tambah beliau.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Perguruan Tamansiswa Medan tahun 2025 berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dan tenaga pendidik semakin menghayati arti penting Pancasila sebagai ideologi bangsa yang harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat kebersamaan, Perguruan Tamansiswa Medan berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga berjiwa nasionalis, religius, serta setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (SYT)

DOA HARI KESAKTIAN PANCASILA 2025

 

DOA HARI KESAKTIAN PANCASILA_1 OKTOBER 2025

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir zaman.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa
Pada hari ini, kami bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Hari yang mengingatkan kami atas pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan dasar negara kami, Pancasila.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penolong,
Kami bersyukur atas karunia-Mu yang telah memberikan kemerdekaan, persatuan, dan kesatuan bangsa Indonesia. 

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,
Ampunilah dosa para pahlawan, pejuang bangsa, dan pendahulu kami yang telah gugur dalam mempertahankan kebenaran serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terimalah amal perjuangan mereka, dan tempatkanlah mereka di sisi-Mu yang paling mulia.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk,
Kuatkanlah persaudaraan di antara kami. Hindarkanlah bangsa kami dari perpecahan, fitnah, dan segala bentuk ancaman yang dapat merusak persatuan dan persaudaraan.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,
Bimbinglah para pemimpin bangsa kami agar senantiasa amanah, adil, dan mencintai rakyatnya. Jadikanlah generasi muda kami generasi yang berakhlak mulia, cerdas, beriman, dan mampu mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Melindungi,
Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kedamaian, keadilan, kemakmuran, dan keberkahan yang Engkau ridhoi.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qina ‘adzaban naar.
Walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Minggu, 28 September 2025

Makna Salam dan Bahagia


Makna Salam dan Bahagia
 

  1. Salam

    • Kata salam berasal dari bahasa Arab salām yang berarti damai, sejahtera, selamat, dan terhindar dari marabahaya.

    • Dalam konteks pendidikan Tamansiswa, salam mencerminkan sikap penuh persaudaraan, persahabatan, dan kasih sayang antara guru, siswa, maupun sesama warga madrasah.

    • Salam adalah doa agar setiap orang selalu mendapatkan keselamatan lahir maupun batin.

  2. Bahagia

    • Bahagia berarti rasa senang, tenteram, puas, dan gembira karena hidupnya penuh makna.

    • Kebahagiaan dalam pendidikan tidak hanya berupa prestasi akademik, tetapi juga ketika guru dan siswa merasa nyaman, dihargai, dan termotivasi untuk berkembang.

    • Bahagia juga menandakan kehidupan yang seimbang: antara ilmu, akhlak, iman, dan amal.

  3. Salam dan Bahagia dalam Pendidikan Tamansiswa

    • Salam dan Bahagia menjadi semboyan yang menegaskan bahwa tujuan pendidikan bukan sekadar mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan rasa damai dalam hati, hidup penuh kegembiraan, dan membentuk manusia merdeka lahir batin.

    • Siswa diharapkan menjadi pribadi yang ramah, penuh kasih, serta mampu menyebarkan kebaikan dan kebahagiaan di lingkungan sekitar.

Kesimpulan:
“Salam dan Bahagia” berarti doa dan harapan agar setiap insan hidup dengan penuh keselamatan, kedamaian, serta kebahagiaan lahir dan batin, baik di madrasah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.


Sabtu, 27 September 2025

Tetap Semangat Mengukir Prestasi

Prestasi bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta doa yang tak pernah putus. Siswa MTs Tamansiswa Medan senantiasa ditanamkan semangat untuk terus berusaha menjadi pribadi yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam akhlak, keterampilan, dan kegiatan lainnya. 

Di tengah tantangan zaman yang semakin maju, siswa MTs Tamansiswa Medan didorong untuk tetap bersemangat dalam belajar, tekun berlatih, serta pantang menyerah menghadapi kesulitan. Dengan dukungan para guru, orang tua, dan lingkungan madrasah yang kondusif, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengukir prestasi dan membawa nama baik madrasah ke tingkat yang lebih tinggi.

Semangat juang, kekompakan, serta rasa percaya diri menjadi modal utama dalam mencapai cita-cita. Setiap prestasi yang diraih merupakan wujud nyata dari usaha bersama, baik secara individu maupun kelompok. Oleh karena itu, siswa MTs Tamansiswa Medan diajak untuk terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan nilai kejujuran dalam setiap langkah.

Dengan semangat yang tak pernah padam, insyaAllah siswa MTs Tamansiswa Medan akan terus mampu mengukir prestasi gemilang, menjadi generasi berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi bangsa, agama, dan masyarakat. (SYT) 

Rabu, 24 September 2025

MTs Tamansiswa Medan: Mengukuhkan Pondasi Pendidikan dan Membangun Generasi Islami

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, hadirnya lembaga pendidikan Islam menjadi sangat penting sebagai benteng moral sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu lembaga pendidikan yang berdiri dengan penuh komitmen di Kota Medan adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tamansiswa Medan.

Photo Angkatan VI TP.2023/2024
Berlokasi di Jalan Perak No. 17, Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, madrasah ini menjadi tempat belajar bagi generasi muda yang ingin memperoleh pendidikan formal berbasis Islam. Dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 69955833, MTs Tamansiswa Medan telah resmi terdaftar di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sejak mulai beroperasi pada 31 Mei 2016 dan resmi berdiri pada 23 Agustus 2017, madrasah ini telah menorehkan perjalanan yang penuh tantangan sekaligus prestasi. Salah satu pencapaian awal yang membanggakan adalah ketika madrasah ini berhasil memperoleh Akreditasi B pada 2 Desember 2018. Pencapaian tersebut merupakan bukti nyata keseriusan seluruh elemen madrasah dalam menjaga kualitas pendidikan.

Sejarah Berdiri

Latar belakang berdirinya MTs Tamansiswa Medan tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat sekitar Medan Area akan sebuah lembaga pendidikan yang mampu menyinergikan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai Islam. Masyarakat mendambakan adanya madrasah yang bisa menjadi tempat pembinaan generasi muda agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, disiplin, dan beriman kuat.

Nama 'Tamansiswa' dipilih bukan sekadar sebagai identitas, melainkan sebagai simbol filosofis. 'Taman' diibaratkan sebagai ruang yang asri, teduh, dan penuh kasih sayang, tempat di mana siswa dididik, dibina, dan ditumbuhkan seperti tanaman yang kelak akan berbuah lebat. Sementara 'siswa' adalah generasi bangsa, bunga-bunga masa depan yang harus disiapkan agar dapat menghadapi tantangan kehidupan dengan pondasi yang kuat.

Kepemimpinan Madrasah

Salah satu faktor penting dalam perjalanan MTs Tamansiswa Medan adalah kepemimpinan. Kepemimpinan yang baik bukan hanya mengarahkan jalannya lembaga, tetapi juga menjadi teladan bagi guru, siswa, dan masyarakat. Sejak berdiri, MTs Tamansiswa Medan telah dipimpin oleh dua tokoh penting yang meninggalkan jejak berharga.

1. Nyi Dra. Hj. Fitri Idris, M.Pd.I (2016–2025)

Beliau merupakan kepala madrasah pertama yang memimpin sejak awal operasional hingga hampir satu dekade kemudian. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang kependidikan Islam, Nyi Hj. Fitri Idris tampil sebagai sosok visioner yang penuh keteguhan hati.

Peran dan Capaian:
- Merintis pondasi awal: mengawal perjalanan madrasah sejak belum memiliki banyak fasilitas hingga berkembang menjadi lembaga yang diakui masyarakat.
- Akreditasi B Tahun 2018: salah satu capaian monumental pada masa kepemimpinannya.
- Penguatan karakter Islami: menjadikan nilai-nilai agama sebagai dasar pembelajaran sehari-hari.
- Pengembangan guru dan tenaga kependidikan: memberikan pembinaan dan pelatihan bagi guru.
- Fasilitas pendidikan: menghadirkan sarana pendukung, termasuk koneksi internet.

2. Ki Sayuti Nor, S.Pd.I (2025–Sekarang)

Memasuki tahun 2025, tongkat estafet kepemimpinan diserahkan kepada Ki Sayuti Nor, S.Pd.I. Beliau adalah sosok pendidik muda dengan energi baru, semangat pembaruan, dan pandangan visioner terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Fokus dan Program Utama:
- Digitalisasi pendidikan: mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi informasi.
- Peningkatan prestasi akademik dan non-akademik: menyiapkan siswa agar unggul.
- Inovasi program kreatif: menghadirkan kegiatan yang mendorong kreativitas dan kepemimpinan.
- Sinergi dengan masyarakat dan orang tua: membangun komunikasi yang harmonis.
- Penguatan identitas madrasah: menekankan akhlak mulia sebagai inti pendidikan.

Visi dan Misi

Visi MTs Tamansiswa Medan adalah:
“Menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan berkompeten.”

Misi madrasah:
1. Menanamkan iman dan takwa kepada Allah SWT dalam setiap aspek pembelajaran.
2. Menyelenggarakan pendidikan yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum.
3. Mengembangkan potensi akademik dan keterampilan siswa agar mampu bersaing.
4. Membentuk lingkungan belajar yang religius, disiplin, dan kondusif.
5. Mendorong penggunaan teknologi informasi sebagai sarana belajar modern.

Peran Madrasah dalam Masyarakat

MTs Tamansiswa Medan bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat. Perannya tidak terbatas pada mendidik siswa, melainkan juga memberikan kontribusi sosial, seperti:
- Menjadi pusat pembinaan akhlak remaja di wilayah Medan Area.
- Menjadi mitra orang tua dalam membimbing anak-anak menuju masa depan yang cerah.
- Menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda dalam bidang seni, olahraga, keagamaan, dan kepemimpinan.

Harapan dan Masa Depan

Perjalanan MTs Tamansiswa Medan adalah kisah tentang kesungguhan, perjuangan, dan cita-cita besar. Di bawah kepemimpinan Nyi Hj. Fitri Idris, madrasah ini memiliki pondasi yang kokoh. Kini, dengan kepemimpinan Ki Sayuti Nor, diharapkan madrasah mampu melangkah lebih jauh, menghadirkan inovasi, serta mengokohkan diri sebagai salah satu madrasah unggulan di Kota Medan.

Harapan besar ke depan adalah agar MTs Tamansiswa Medan terus melahirkan lulusan yang beriman, berilmu, berkarakter, dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa, negara, dan agama.

Madrasah ini akan terus menjadi 'taman ilmu dan akhlak', tempat di mana generasi muda tumbuh dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial. (SYT)

Rabu, 17 September 2025

Tablig Akbar dan Gebyar Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Perguruan Tamansiswa Medan

Medan – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, 18 September 2025 Perguruan Tamansiswa Medan menggelar kegiatan Tablig Akbar sekaligus Perlombaan Gebyar Semarak Maulid yang berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan.

Acara ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan Perguruan Tamansiswa Medan, mulai dari TK, SD, SMP, MTs, hingga SMA/SMK. Dengan tema “Merajut Ukhuwah, menguatkan Iman dan Meneladani Rasulullah”, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada para generasi muda.

Rangkaian acara diawali dengan Tablig Akbar yang menghadirkan penceramah Ustazah Dra. Hj. Fitri Idris, M.P.d.I yang menyampaikan tausiah mengenai pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam membangun pribadi muslim yang berkarakter, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi sesama. Suasana penuh hikmah dan khidmat terasa ketika ratusan siswa, pamong, serta orang tua mendengarkan dengan seksama.

Selain itu, perlombaan Gebyar Semarak Maulid turut menambah semarak acara. Berbagai perlombaan islami digelar, di antaranya lomba Tahfidzul Quran, Adzan, Sholawatan, Mewarnai, hingga busana muslim. Setiap peserta menunjukkan kreativitas dan kemampuan terbaiknya, sehingga membuat suasana penuh semangat dan kegembiraan.

Ketua Perguruan Tamansiswa Medan Ki Sutarno, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta dan panitia. Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat ukhuwah islamiyah, serta menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW di kalangan generasi muda.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pengumuman pemenang perlombaan. Para juara mendapatkan hadiah dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras mereka.

Dengan terlaksananya kegiatan Tablig Akbar dan Gebyar Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H ini, Perguruan Tamansiswa Medan kembali menegaskan komitmennya dalam membina peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai dengan teladan Rasulullah. (SYT)

Minggu, 03 Agustus 2025

Makna “Salam dan Bahagia” dalam Pandangan Ki Hajar Dewantara

Ungkapan “Salam dan Bahagia” merupakan salam khas yang diperkenalkan oleh Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Ungkapan ini bukan sekadar sapaan formal, tetapi mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan filosofi pendidikan dan kemanusiaan yang diperjuangkan oleh beliau.

Ki Hajar Dewantara adalah sosok yang memandang pendidikan sebagai jalan untuk membentuk manusia yang merdeka lahir dan batin. Dalam setiap geraknya, beliau selalu menekankan pentingnya ketulusan, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap harkat manusia. Oleh karena itu, salam yang beliau pilih—“Salam dan Bahagia”—bukan hanya kalimat, tetapi merupakan cerminan dari pandangan hidupnya yang penuh nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

1. “Salam” sebagai Doa Kedamaian

Kata “Salam” berasal dari akar kata dalam berbagai bahasa yang berarti keselamatan dan kedamaian. Dalam salam ini, terkandung harapan agar setiap orang yang disapa senantiasa berada dalam lindungan Tuhan, bebas dari marabahaya, dan hidup dalam suasana yang tentram. Bagi Ki Hajar Dewantara, keselamatan bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batiniah. Ia mencita-citakan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera melalui pendidikan yang membebaskan.

2. “Bahagia” sebagai Tujuan Pendidikan

Sementara itu, “Bahagia” adalah keadaan ideal yang ingin dicapai dalam kehidupan manusia. Bahagia menurut Ki Hajar Dewantara bukanlah kebahagiaan yang bersifat lahiriah semata, tetapi kebahagiaan yang bersumber dari kebebasan berpikir, keseimbangan batin, dan kesadaran diri sebagai manusia yang bermartabat. Beliau percaya bahwa pendidikan yang baik akan menghasilkan insan-insan yang bahagia karena mereka hidup dengan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan cinta tanah air.

3. Pendidikan yang Menumbuhkan

Dalam Tri Pusat Pendidikan dan Tripusat Peran Guru (Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani), Ki Hajar mengajarkan bahwa seorang pendidik harus mampu menumbuhkan semangat dan karakter anak-anak didik. Salam dan bahagia menjadi simbol dari semangat yang penuh kasih, dukungan moral, dan sikap mendampingi yang menciptakan rasa nyaman bagi peserta didik untuk berkembang secara alami dan bermartabat.

4. Salam yang Mendidik Jiwa

Melalui salam ini, Ki Hajar ingin membiasakan warga pendidikan untuk saling mendoakan, menyebar kebaikan, dan menjaga hubungan antar manusia yang harmonis. Ia menyadari bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang membentuk karakter, membina budi pekerti, dan memperkuat rasa kemanusiaan.

5. Aktualisasi dalam Dunia Pendidikan Saat Ini

Di era modern, salam “Salam dan Bahagia” tetap relevan dan bahkan semakin penting. Dalam dunia pendidikan yang kini diwarnai oleh tantangan globalisasi, tekanan sosial, dan tuntutan akademik, salam ini mengingatkan kita untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan keseimbangan jiwa. Ia menjadi simbol bahwa pendidikan adalah tentang manusia, dan tujuan akhirnya adalah membentuk pribadi yang utuh: selamat dan bahagia.

Sabtu, 02 Agustus 2025

Pesan Ketua Bagian MTs Tamansiswa Medan Ki Sayuti Nor, S.Pd.I Kepada Siswa-Siswi Baru Tahun Pelajaran 2025/2026

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Ki Sayuti Nor, S.Pd.I
Ketua Bagian
MTs Tamansiswa Medan
Kepada seluruh siswa-siswi baru MTs Tamansiswa Medan tahun pelajaran 2025/2026. Dengan penuh rasa bangga dan bahagia, kami menyambut kalian sebagai bagian dari keluarga besar madrasah ini. Memasuki jenjang pendidikan baru adalah langkah awal menuju perjalanan panjang meraih cita-cita. Oleh karena itu, manfaatkanlah setiap kesempatan belajar di madrasah ini dengan semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Di MTs Tamansiswa Medan, kalian tidak hanya akan dididik secara akademik, tetapi juga akan dibina dalam karakter, akhlak, serta semangat kebangsaan dan keislaman. Jadikan madrasah ini sebagai tempat menempa diri menjadi pribadi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Kami, seluruh civitas madrasah, siap mendampingi dan membimbing kalian. Teruslah berusaha, jangan takut gagal, dan jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang. 

Selamat belajar dan berkarya! 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Ki Sayuti Nor, S.Pd.I Ketua Bagian MTs Tamansiswa Medan

Selamat dan Sukses

Selamat dan Sukses 
MTs Tamansiswa Medan
& Taman Dewasa
MTs Tamansiswa Medan dan Taman Dewasa dengan penuh rasa bangga mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi gemilang yang telah diraih dalam kegiatan Jambore Pramuka Tingkat Kota Medan, di mana tim Pramuka kita berhasil meraih Juara 3 Terbaik.

Capaian ini bukan hanya merupakan hasil dari latihan dan kerja keras yang konsisten, tetapi juga buah dari semangat kebersamaan, disiplin, dan dedikasi tinggi para peserta didik, pembina Pramuka, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.

Prestasi ini membuktikan bahwa generasi muda Tamansiswa mampu bersaing secara positif, menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan, dan membawa nama baik madrasah serta lembaga ke jenjang yang lebih tinggi.

Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan siswi MTs Tamansiswa Medan serta Taman Dewasa untuk terus berprestasi, berkontribusi, dan menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Jayalah selalu Pramuka Tamansiswa! Salam Pramuka!

Jumat, 01 Agustus 2025

MTs Tamansiswa Medan dan Taman Dewasa Raih Juara 3 Terbaik dalam Jambore Pramuka Kota Medan 2025

Ketua Perguruan Tamansiswa Medan
 Ki Sutarno
Menyerahkan Tropi
Kepada Siswa Yang Meraih Prestasi 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi MTs Tamansiswa Medan dan Taman Dewasa. Dalam ajang Jambore Pramuka Tingkat Kota Medan Tahun 2025, regu gabungan dari kedua sekolah ini berhasil meraih Juara 3 Terbaik, mengungguli puluhan kontingen dari berbagai sekolah se-Kota Medan. Keikutsertaan dalam jambore ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kerja sama tim, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan para peserta. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan kedisiplinan, kreativitas, dan semangat pantang menyerah yang tinggi, baik dalam kegiatan perkemahan, lomba-lomba, hingga sesi penilaian kekompakan regu. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran para pembina, guru pendamping, dan seluruh pihak yang telah mendukung sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Semangat juang dan kekompakan yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa semangat kepramukaan di MTs Tamansiswa Medan dan Taman Dewasa terus hidup dan berkembang. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan, dan membawa nama baik sekolah di ajang-ajang selanjutnya. Salam Pramuka! Jayalah Pramuka Indonesia, Jayalah Tamansiswa!

SELAMAT DATANG SISWA/I BARU MTs TAMANSISWA MEDAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026

SELAMAT DATANG SISWA/I BARU MTs TAMANSISWA MEDAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Kegiatan MPLS/MATSAMA
TP. 2025/2016
Dengan penuh rasa syukur dan bangga, kami keluarga besar MTs Tamansiswa Medan mengucapkan Selamat Datang kepada seluruh siswa dan siswi baru di Tahun Pelajaran 2025/2026.

Kalian adalah generasi penerus yang akan membawa perubahan, harapan, dan prestasi di masa depan. Bergabungnya kalian di madrasah ini merupakan langkah awal menuju perjalanan panjang dalam menuntut ilmu, membentuk karakter, dan mengembangkan potensi diri.

Di lingkungan MTs Tamansiswa Medan, kalian akan dibimbing bukan hanya menjadi insan cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Tamansiswa: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Mari kita jadikan tahun ini sebagai awal yang baik untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi bersama. Jadilah bagian dari keluarga besar Tamansiswa yang selalu menjunjung tinggi semangat Salam dan Bahagia dalam setiap langkah.

Selamat belajar, selamat berproses, dan selamat menjadi pribadi hebat!

Tamansiswa dalam Masyarakat

 

Tamansiswa memiliki peran penting dalam masyarakat Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter kebangsaan. Berikut beberapa peran Tamansiswa dalam masyarakat:

Gedung
MTs Tamansiswa Medan 
Jl. Perak No. 17 Medan 

1. Pelopor Pendidikan Nasional

Tamansiswa, yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada 3 Juli 1922, merupakan salah satu lembaga pendidikan yang pertama kali memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama pribumi, pada masa penjajahan. Ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan nasional Indonesia.

2. Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebudayaan

Tamansiswa menekankan pendidikan yang berakar pada budaya bangsa sendiri. Dengan semboyan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani", Tamansiswa mengajarkan kemandirian, tanggung jawab sosial, dan semangat kebangsaan yang kuat.

3. Mendorong Pendidikan Karakter

Pendidikan Tamansiswa tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan watak dan karakter siswa. Tamansiswa memperjuangkan pendidikan yang membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, mandiri, dan berjiwa merdeka.

4. Agen Perubahan Sosial

Melalui pendidikan, Tamansiswa turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendorong perubahan sosial. Lulusannya diharapkan menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap kemajuan masyarakat dan bangsa.

5. Melestarikan dan Mengembangkan Budaya Lokal

Tamansiswa menjadikan kebudayaan Indonesia sebagai fondasi utama pendidikan. Dengan begitu, lembaga ini ikut serta dalam pelestarian bahasa, kesenian, dan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas nasional.

6. Memberikan Pendidikan yang Merata

Sejak awal, Tamansiswa membuka akses pendidikan bagi mereka yang sebelumnya terpinggirkan, seperti masyarakat miskin dan kaum pribumi di masa kolonial. Semangat ini masih terus dibawa dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.

Kesimpulan

Tamansiswa bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga gerakan kebudayaan dan sosial yang memiliki dampak besar terhadap pembangunan karakter bangsa. Perannya dalam masyarakat Indonesia sangat signifikan, terutama dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional yang merdeka, bermartabat, dan berbudaya.

Sejarah Tamansiswa


1. Latar Belakang Berdirinya Tamansiswa

Tamansiswa didirikan pada 3 Juli 1922 oleh Ki Hadjar Dewantara di Yogyakarta. Saat itu, Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda. Sistem pendidikan kolonial sangat diskriminatif, hanya diperuntukkan bagi kalangan Belanda dan priyayi. Rakyat biasa sulit mendapatkan pendidikan.


Melihat hal ini, Ki Hadjar Dewantara merasa perlu menciptakan sistem pendidikan yang membebaskan rakyat dari kebodohan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kemerdekaan, serta kepribadian nasional.

2. Prinsip Dasar Tamansiswa

Tamansiswa berlandaskan pada asas "Tri-N", yaitu:

Ngarso sung tuladha (di depan memberi contoh),

Madya mangun karsa (di tengah membangun semangat),

Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).

Asas ini menjadi dasar filosofi pendidikan nasional Indonesia hingga sekarang.

3. Ciri Khas Pendidikan Tamansiswa

Pendidikan berakar pada budaya dan kepribadian bangsa Indoneia

Menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kemerdekaan

Mendorong perkembangan budi pekerti, kecerdasan, dan keterampilan

Mengedepankan pendidikan yang humanis dan merdeka

4. Peran dalam Perjuangan Kemerdekaan

Tamansiswa tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga menjadi gerakan kebudayaan dan kebangsaan. Lembaga ini mencetak banyak tokoh nasional yang kemudian berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

5. Tamansiswa Pasca-Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Tamansiswa tetap aktif mengembangkan pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan pertama RI, dan pemikiran-pemikirannya dijadikan dasar sistem pendidikan nasional Indonesia.

6. Warisan Tamansiswa

Tamansiswa tetap berdiri hingga kini, dengan cabang-cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Ajaran dan nilai-nilai Tamansiswa menjadi fondasi utama pendidikan karakter di Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).


Penutupan Gebyar HUT Tamansiswa Medan Ke-97 Berlangsung Meriah

Medan — Rangkaian kegiatan Gebyar Hari Ulang Tahun (HUT) Tamansiswa Cabang Medan ke-97 resmi ditutup dengan penuh kemeriahan dan semangat ke...