Beragam penampilan seni seperti tari daerah, vokal solo, senam anak Indonesia Hebat, puisi hingga tarkom berhasil memukau para hadirin. Pentas seni tersebut menjadi simbol keberhasilan pembinaan karakter, bakat, dan potensi peserta didik di lingkungan Perguruan Tamansiswa Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Gebyar HUT Tamansiswa Medan ke-97, Ki Edi Suherman, M.Pd, menyampaikan laporan kegiatan. Ia mengungkapkan bahwa rangkaian Gebyar HUT telah diisi dengan berbagai perlombaan tingkat TK, SD dan SMP/MTs se-Kota Medan, yang meliputi lomba mewarnai, melukis, fashion show, mobile legend, vokal solo, gerak jalan, senam anak Indonesia hebat dan tarkom.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan sukses. Jumlah peserta yang mengikuti perlombaan mencapai lebih dari 1.000 siswa, berasal dari berbagai sekolah di Kota Medan. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap kegiatan positif yang diselenggarakan Tamansiswa Medan,” ujar Ki Edi Suherman.
Acara penutupan Gebyar HUT Tamansiswa Medan ke-97 kemudian ditutup dengan kata bimbingan dan arahan Ketua Perguruan Tamansiswa Cabang Medan, Ki Sutarno, S.Pd. Dalam arahannya, Ki Sutarno menegaskan pentingnya terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran Ki Hadjar Dewantara.Dengan mengusung tema “Niteni, Niroke, Nambahi: Berinovasi Menuju 100 Tahun Tamansiswa Cabang Medan”, Ki Sutarno mengajak seluruh keluarga besar Tamansiswa untuk terus belajar dari pengalaman, meneladani hal-hal baik, serta menambahkan inovasi demi kemajuan pendidikan.
“Menuju usia 100 tahun, Tamansiswa Cabang Medan harus terus berinovasi tanpa meninggalkan jati diri. Pendidikan harus membebaskan, memerdekakan, dan membentuk karakter luhur generasi bangsa,” tegasnya.
Penutupan Gebyar HUT Tamansiswa Medan ke-97 menjadi momentum refleksi sekaligus penguat tekad seluruh insan pendidikan Tamansiswa Medan untuk terus berkarya, berprestasi, dan berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. SYT


Tidak ada komentar:
Posting Komentar