SELAMAT DATANG DI MTs TAMANSISWA MEDAN

Beranda

Minggu, 03 Agustus 2025

Makna “Salam dan Bahagia” dalam Pandangan Ki Hajar Dewantara

Ungkapan “Salam dan Bahagia” merupakan salam khas yang diperkenalkan oleh Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Ungkapan ini bukan sekadar sapaan formal, tetapi mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan filosofi pendidikan dan kemanusiaan yang diperjuangkan oleh beliau.

Ki Hajar Dewantara adalah sosok yang memandang pendidikan sebagai jalan untuk membentuk manusia yang merdeka lahir dan batin. Dalam setiap geraknya, beliau selalu menekankan pentingnya ketulusan, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap harkat manusia. Oleh karena itu, salam yang beliau pilih—“Salam dan Bahagia”—bukan hanya kalimat, tetapi merupakan cerminan dari pandangan hidupnya yang penuh nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

1. “Salam” sebagai Doa Kedamaian

Kata “Salam” berasal dari akar kata dalam berbagai bahasa yang berarti keselamatan dan kedamaian. Dalam salam ini, terkandung harapan agar setiap orang yang disapa senantiasa berada dalam lindungan Tuhan, bebas dari marabahaya, dan hidup dalam suasana yang tentram. Bagi Ki Hajar Dewantara, keselamatan bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batiniah. Ia mencita-citakan masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera melalui pendidikan yang membebaskan.

2. “Bahagia” sebagai Tujuan Pendidikan

Sementara itu, “Bahagia” adalah keadaan ideal yang ingin dicapai dalam kehidupan manusia. Bahagia menurut Ki Hajar Dewantara bukanlah kebahagiaan yang bersifat lahiriah semata, tetapi kebahagiaan yang bersumber dari kebebasan berpikir, keseimbangan batin, dan kesadaran diri sebagai manusia yang bermartabat. Beliau percaya bahwa pendidikan yang baik akan menghasilkan insan-insan yang bahagia karena mereka hidup dengan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan cinta tanah air.

3. Pendidikan yang Menumbuhkan

Dalam Tri Pusat Pendidikan dan Tripusat Peran Guru (Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani), Ki Hajar mengajarkan bahwa seorang pendidik harus mampu menumbuhkan semangat dan karakter anak-anak didik. Salam dan bahagia menjadi simbol dari semangat yang penuh kasih, dukungan moral, dan sikap mendampingi yang menciptakan rasa nyaman bagi peserta didik untuk berkembang secara alami dan bermartabat.

4. Salam yang Mendidik Jiwa

Melalui salam ini, Ki Hajar ingin membiasakan warga pendidikan untuk saling mendoakan, menyebar kebaikan, dan menjaga hubungan antar manusia yang harmonis. Ia menyadari bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang membentuk karakter, membina budi pekerti, dan memperkuat rasa kemanusiaan.

5. Aktualisasi dalam Dunia Pendidikan Saat Ini

Di era modern, salam “Salam dan Bahagia” tetap relevan dan bahkan semakin penting. Dalam dunia pendidikan yang kini diwarnai oleh tantangan globalisasi, tekanan sosial, dan tuntutan akademik, salam ini mengingatkan kita untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan keseimbangan jiwa. Ia menjadi simbol bahwa pendidikan adalah tentang manusia, dan tujuan akhirnya adalah membentuk pribadi yang utuh: selamat dan bahagia.

Sabtu, 02 Agustus 2025

Pesan Ketua Bagian MTs Tamansiswa Medan Ki Sayuti Nor, S.Pd.I Kepada Siswa-Siswi Baru Tahun Pelajaran 2025/2026

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Ki Sayuti Nor, S.Pd.I
Ketua Bagian
MTs Tamansiswa Medan
Kepada seluruh siswa-siswi baru MTs Tamansiswa Medan tahun pelajaran 2025/2026. Dengan penuh rasa bangga dan bahagia, kami menyambut kalian sebagai bagian dari keluarga besar madrasah ini. Memasuki jenjang pendidikan baru adalah langkah awal menuju perjalanan panjang meraih cita-cita. Oleh karena itu, manfaatkanlah setiap kesempatan belajar di madrasah ini dengan semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Di MTs Tamansiswa Medan, kalian tidak hanya akan dididik secara akademik, tetapi juga akan dibina dalam karakter, akhlak, serta semangat kebangsaan dan keislaman. Jadikan madrasah ini sebagai tempat menempa diri menjadi pribadi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Kami, seluruh civitas madrasah, siap mendampingi dan membimbing kalian. Teruslah berusaha, jangan takut gagal, dan jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang. 

Selamat belajar dan berkarya! 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Ki Sayuti Nor, S.Pd.I Ketua Bagian MTs Tamansiswa Medan

Selamat dan Sukses

Selamat dan Sukses 
MTs Tamansiswa Medan
& Taman Dewasa
MTs Tamansiswa Medan dan Taman Dewasa dengan penuh rasa bangga mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi gemilang yang telah diraih dalam kegiatan Jambore Pramuka Tingkat Kota Medan, di mana tim Pramuka kita berhasil meraih Juara 3 Terbaik.

Capaian ini bukan hanya merupakan hasil dari latihan dan kerja keras yang konsisten, tetapi juga buah dari semangat kebersamaan, disiplin, dan dedikasi tinggi para peserta didik, pembina Pramuka, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.

Prestasi ini membuktikan bahwa generasi muda Tamansiswa mampu bersaing secara positif, menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan, dan membawa nama baik madrasah serta lembaga ke jenjang yang lebih tinggi.

Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan siswi MTs Tamansiswa Medan serta Taman Dewasa untuk terus berprestasi, berkontribusi, dan menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Jayalah selalu Pramuka Tamansiswa! Salam Pramuka!

Jumat, 01 Agustus 2025

MTs Tamansiswa Medan dan Taman Dewasa Raih Juara 3 Terbaik dalam Jambore Pramuka Kota Medan 2025

Ketua Perguruan Tamansiswa Medan
 Ki Sutarno
Menyerahkan Tropi
Kepada Siswa Yang Meraih Prestasi 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi MTs Tamansiswa Medan dan Taman Dewasa. Dalam ajang Jambore Pramuka Tingkat Kota Medan Tahun 2025, regu gabungan dari kedua sekolah ini berhasil meraih Juara 3 Terbaik, mengungguli puluhan kontingen dari berbagai sekolah se-Kota Medan. Keikutsertaan dalam jambore ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kerja sama tim, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan para peserta. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan kedisiplinan, kreativitas, dan semangat pantang menyerah yang tinggi, baik dalam kegiatan perkemahan, lomba-lomba, hingga sesi penilaian kekompakan regu. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran para pembina, guru pendamping, dan seluruh pihak yang telah mendukung sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Semangat juang dan kekompakan yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa semangat kepramukaan di MTs Tamansiswa Medan dan Taman Dewasa terus hidup dan berkembang. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan, dan membawa nama baik sekolah di ajang-ajang selanjutnya. Salam Pramuka! Jayalah Pramuka Indonesia, Jayalah Tamansiswa!

SELAMAT DATANG SISWA/I BARU MTs TAMANSISWA MEDAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026

SELAMAT DATANG SISWA/I BARU MTs TAMANSISWA MEDAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Kegiatan MPLS/MATSAMA
TP. 2025/2016
Dengan penuh rasa syukur dan bangga, kami keluarga besar MTs Tamansiswa Medan mengucapkan Selamat Datang kepada seluruh siswa dan siswi baru di Tahun Pelajaran 2025/2026.

Kalian adalah generasi penerus yang akan membawa perubahan, harapan, dan prestasi di masa depan. Bergabungnya kalian di madrasah ini merupakan langkah awal menuju perjalanan panjang dalam menuntut ilmu, membentuk karakter, dan mengembangkan potensi diri.

Di lingkungan MTs Tamansiswa Medan, kalian akan dibimbing bukan hanya menjadi insan cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Tamansiswa: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Mari kita jadikan tahun ini sebagai awal yang baik untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi bersama. Jadilah bagian dari keluarga besar Tamansiswa yang selalu menjunjung tinggi semangat Salam dan Bahagia dalam setiap langkah.

Selamat belajar, selamat berproses, dan selamat menjadi pribadi hebat!

Tamansiswa dalam Masyarakat

 

Tamansiswa memiliki peran penting dalam masyarakat Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter kebangsaan. Berikut beberapa peran Tamansiswa dalam masyarakat:

Gedung
MTs Tamansiswa Medan 
Jl. Perak No. 17 Medan 

1. Pelopor Pendidikan Nasional

Tamansiswa, yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada 3 Juli 1922, merupakan salah satu lembaga pendidikan yang pertama kali memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama pribumi, pada masa penjajahan. Ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan nasional Indonesia.

2. Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebudayaan

Tamansiswa menekankan pendidikan yang berakar pada budaya bangsa sendiri. Dengan semboyan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani", Tamansiswa mengajarkan kemandirian, tanggung jawab sosial, dan semangat kebangsaan yang kuat.

3. Mendorong Pendidikan Karakter

Pendidikan Tamansiswa tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan watak dan karakter siswa. Tamansiswa memperjuangkan pendidikan yang membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, mandiri, dan berjiwa merdeka.

4. Agen Perubahan Sosial

Melalui pendidikan, Tamansiswa turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendorong perubahan sosial. Lulusannya diharapkan menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap kemajuan masyarakat dan bangsa.

5. Melestarikan dan Mengembangkan Budaya Lokal

Tamansiswa menjadikan kebudayaan Indonesia sebagai fondasi utama pendidikan. Dengan begitu, lembaga ini ikut serta dalam pelestarian bahasa, kesenian, dan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas nasional.

6. Memberikan Pendidikan yang Merata

Sejak awal, Tamansiswa membuka akses pendidikan bagi mereka yang sebelumnya terpinggirkan, seperti masyarakat miskin dan kaum pribumi di masa kolonial. Semangat ini masih terus dibawa dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.

Kesimpulan

Tamansiswa bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga gerakan kebudayaan dan sosial yang memiliki dampak besar terhadap pembangunan karakter bangsa. Perannya dalam masyarakat Indonesia sangat signifikan, terutama dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional yang merdeka, bermartabat, dan berbudaya.

Sejarah Tamansiswa


1. Latar Belakang Berdirinya Tamansiswa

Tamansiswa didirikan pada 3 Juli 1922 oleh Ki Hadjar Dewantara di Yogyakarta. Saat itu, Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda. Sistem pendidikan kolonial sangat diskriminatif, hanya diperuntukkan bagi kalangan Belanda dan priyayi. Rakyat biasa sulit mendapatkan pendidikan.


Melihat hal ini, Ki Hadjar Dewantara merasa perlu menciptakan sistem pendidikan yang membebaskan rakyat dari kebodohan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kemerdekaan, serta kepribadian nasional.

2. Prinsip Dasar Tamansiswa

Tamansiswa berlandaskan pada asas "Tri-N", yaitu:

Ngarso sung tuladha (di depan memberi contoh),

Madya mangun karsa (di tengah membangun semangat),

Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).

Asas ini menjadi dasar filosofi pendidikan nasional Indonesia hingga sekarang.

3. Ciri Khas Pendidikan Tamansiswa

Pendidikan berakar pada budaya dan kepribadian bangsa Indoneia

Menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kemerdekaan

Mendorong perkembangan budi pekerti, kecerdasan, dan keterampilan

Mengedepankan pendidikan yang humanis dan merdeka

4. Peran dalam Perjuangan Kemerdekaan

Tamansiswa tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga menjadi gerakan kebudayaan dan kebangsaan. Lembaga ini mencetak banyak tokoh nasional yang kemudian berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

5. Tamansiswa Pasca-Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Tamansiswa tetap aktif mengembangkan pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan pertama RI, dan pemikiran-pemikirannya dijadikan dasar sistem pendidikan nasional Indonesia.

6. Warisan Tamansiswa

Tamansiswa tetap berdiri hingga kini, dengan cabang-cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Ajaran dan nilai-nilai Tamansiswa menjadi fondasi utama pendidikan karakter di Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan hari kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).


Penutupan Gebyar HUT Tamansiswa Medan Ke-97 Berlangsung Meriah

Medan — Rangkaian kegiatan Gebyar Hari Ulang Tahun (HUT) Tamansiswa Cabang Medan ke-97 resmi ditutup dengan penuh kemeriahan dan semangat ke...